Pilgub Gorontalo: Cabut Gugatan ZIHAD, Apakah Rusli Habibie Kehilangan Jiwa Petarung ?

Rusli Habibie (Antara/ Dhoni Setiawan)

Membaca berita di media bahwa Gubernur Provinsi Gorontalo non aktif Rusli Habibie mencabut Gugatan atas paket ZIHAD di PTUN Makassar, membuat saya bertanya ada apa dengan Rusli Habibie ?

Bukankah menempuh upaya hukum ketika ada sesuatu yang kita anggap keliru dan bertentangan dengan aturan aturan adalah salah satu mekanisme yang diatur oleh sistem hukum kita ?
Pertanyaan itulah yang membuat saya, selaku Kader Muda Partai GOLKAR yang juga pernah berkecimpung selaku Praktisi Hukum merasa KECEWA dengan sikap Rusli Habibie. Setidaknya kekecewaan saya didasarkan pada :

1. Bahwa Pencabutan Gugatan tersebut sangat rentan di politisasi dan di giring secara negatif oleh lawan-lawan politik Rusli Habibie dengan menyatakan bahwa pencabutan tersebut ada sangkut pautnya dengan perkara laporan Zainudin Hasan terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi & Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh Rusli Habibie ;

2. Bahwa dugaan politisasi dan penggiringan opini negatif tersebut sebagaimana kekhawatiran saya terbukti dengan postingan oleh akun Adhan Dambea di Facebook yang pada intinya menyatakan bahwa RH datang bersama isterinya untuk Membujuk ZH agar mau menarik laporan kasus wadala di Polda Gorontalo ;

3. Bahwa penggiringan opini selanjutnya sebagaimana postingan akun Adhan Dambea di facebook yang pada intinya menyatakan jika sosok RH adalah seseorang yang tidak mengingat jasa-jasa orang lain dalam hal ini adalah FM yang telah menjadikannya sebagai Bupati Gorontalo Utara, Ketua DPD I Partai Golkar lalu mendukung dan menjadikan RH sebagai Gubernur Gorontalo ;

4. Bahwa seakan-akan dan seolah-olah Rusli Habibie sangat TAKUT dengan perkara “wadala” yang pada saat itu berproses di Polda Gorontalo akan bisa membuat Gubernur Gorontalo non aktif tersebut akan membawa dirinya duduk di kursi pesakitan di Pengadilan ;

5. Bahwa kesan yang tercipta di Publik saat ini sebagaimana hasil Konsolidasi Gagasan Beringin Muda, adalah ada pihak-pihak yang ingin menciptakan suatu opini jika Rusli Habibie telah menjadi TERSANGKA perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE atas kasus “wadala” sehingga Rusli Habibie SENGAJA mem “barter” atau melakukan “kompromi” politik dengan Zainudin Hasan untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ;

Ke 5 alasan diataslah yang membuat saya selaku kader muda Partai GOLKAR sangat menyayangkan sikap dan keputusan Rusli Habibie tidak lagi melanjutkan Gugatan atas Paket ZIHAD di PTUN Makassar. Sebab soal apakah Keputusan KPU yang meloloskan Paket ZIHAD telah melanggar ketentuan perundang-undangan atau tidak hanya bisa di selesaikan lewat jalur hukum.

Begitupun pandangan saya soal kasus “Wadala”. Bagi saya untuk menguji apakah Rusli Habibie memenuhi unsur telah melakukan penghinaan kepada Zainudin Hasan sebagaimana laporan Zainudin Hasan kepadanya hanya bisa dibuktikan dan diselesaikan lewat jalur hukum.

Sebagai kader muda Partai GOLKAR yang berprofesi sebagai Advokat, saya haqqul yakin bahwa Kasus “wadala” tidak akan memenuhi unsur sebagaimana yang diatur dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sehingga kasus yang berproses di Polda Gorontalo tersebut di cabut atau tidak oleh Zainudin Hasan bagi saya tidak akan berpengaruh dan berimplikasi hukum pada Rusli Habibie. BUKTI yang paling NYATA adalah BELUM/TIDAK ADANYA TERSANGKA dalam perkara ini padahal tahapannya sudah dalam Penyidikan Polda Gorontalo.

Olehnya ditengah-tengah kampanye, kami kader-kader muda Partai GOLKAR langsung menyampaikan kpd Rusli Habibie, tetapi saya secara pribadi cukup kaget dengan 2 argumentasi sederhana Rusli Habibie bahwa :

1. Hasil kontemplasi beliau selama beberapa minggu ini semakin menambah keyakinan bahwa pertarungan / Kontestasi Pilkada pemilihan Gubernur Gorontalo ini kesemuanya ditentukan oleh Allah SWT. Sebab hanya dengan kuasa ALLAH SWT maka segala doa, usaha dan ikhtiar kita akan ditentukan oleh Nya ;

2. Bahwa Rakyat lah HAKIM yang seseungguhnya dari seluruh usaha-usaha kita dalam merebut dan meyakinkan Rakyat selama Kampanye ini. Jika kita sudah berbuat dan bekerja maka Rakyat pasti akan percaya dan pasti akan memilih kita, karena Beliau dengan Idris Rahim telah bekerja dan berkarya untuk Rakyat Gorontalo, maka bukan lagi waktunya untuk menghabiskan energi dengan persoalan-persoalan yang pada akhirnya akan membuat Rakyat Gorontalo terkotak-kotak dan terpecah belah ;

Berdasarkan penjelasan 2 hal diatas, meskipun tidak cukup puas, namun secara Pribadi saya mengapresiasi sikap Rusli Habibie yang lebih mementingkan soliditas Rakyat Gorontalo daripada larut dalam pertentangan-pertentangan baru.

Bagi Rusli Habibie PERTARUNGAN YANG SESUNGGUHNYA adalah BERKOMPETISI dan MENANG secara FAIR dengan SEMUA KONTESTAN, akan lebih baik bagi Gorontalo 5 tahun akan datang karena semua pihak siap kalah dan siap menang untuk mensejahterakan Rakyat Gorontalo.

Muy Amable Comandante !


Oleh: Hamza Sidik Djibran (Kader Muda Partai Golkar/ Anggota DPRD Provinsi Gorontalo)